A A
RSS Oase Imani
Group Oase Imani
Laman Oaseimani.com

Akhirnya Kutemukan Cintaku (5 -Terakhir)

Mon, Feb 27, 2012

Diaryku

Episode Kelima (terakhir)

*****

Cerita selanjutnya dilanjutkan dengan acara keluarga pada hari Rabu, 14 Desember 2011 di Waduk Gajah Mungkur-Wonogiri. Di tempat itu, kami berdiskusi tentang rencana acara walimahan nanti; bagaimana baiknya?. Jangan berpikiran yang tidak-tidak loh ya?? (tapi jangan juga berpikiran yang he’eh he’eh; lah, piye toh??); yang dateng dalam acara itu adalah abi-umi dan adik-adiknya calonku. Hasil pertemuan itu, kami ternyata berpikiran sama; umi dan abi ingin acara walimahan berjalan dengan sederhana; tidak ada padi-padian untuk memajang calon mempelai, tidak ada acara berhias-hiasan, dan segala hal yang tidak terlalu dibutuhkan, apalagi acara-acara jahiliyah yang bikin ribeut bangeut itu. Yang penting, acara sesuai syar’i. Ya, hanya memperbincang konsep acara walimahan, dan siapa kira-kira penyampai khutbah walimatul urs-nya. Setelah selesai, kami shalat Zhuhur berjamaah bersama dengan abi sebagai imamnya. Sebelum pulang, aku diberi udang cinta dari umi tersayang. Makasih yah mi…., atas udang cintanya. ^_^

Setelah selesai acara itu, aku baru tahu bahwa maksud sebenarnya dari pertemuan itu adalah umi ingin sekali melihat calon menantu yang berani banget ingin ngambil putrinya. Umi berkirim sms, “mas ikhwan, gpp khan abi+umi ketemu tadi? Habis umi penasaran mo melepas gadisnya koq belum tahu yang mana orangnya –calon menantunya maksudnya-. Tapi sekarang dah tahu rasanya dah plong.” ^_^

Acara selanjutnya adalah silaturahmi keluarga Demak ke rumah mertua pada hari Selasa, 27 Desember 2011. Silaturahmi yang berjalan dengan penuh kekeluargaan dan kehangatan. Kemudian  dilanjutkan dengan acara walimahan pada 29 Januari 2012 pada pukul 10.00 WIB di Tulakan, 02/07 Godog Polokarto Sukoharjo. Tepatnya, di samping pondok tahfizhul qur’an Ulul Albab putri. Doa, “Bârakallâhu laka wa bâraka alaika wa jama’a bainakumâ fî khair” terlantunkan dari seribuan tetamu undangan untuk kami berdua. Semoga kami menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Amin.

 ****

Cuplikan-cuplikan kisah-diskusi singkat :

  1. Sore itu, ketika sedang berbincang dengan beberapa teman, ada yang bertanya, “Kenapa ya, terkadang ada ikhwan-akhwat yang sebelumnya tidak pernah kenal sama sekali tapi pernikahannya langgeng hingga usia senja sementara orang-orang luar, banyak yang rusak kehidupan rumah tangganya, padahal mereka sudah ber-pacaran selama bertahun-tahun lamanya??” lalu aku yang tiba-tiba menjadi konsultan keluarga pada sore itu menjawab sekenanya, “Awalnya dari niat. Antum tahu, seorang ikhwan sudah melalui malam-malamnya dengan keadaan menangis-nangis dalam sujud panjangnya. Harapannya, Allah mempertemukannya dengan pendamping hidupnya, sekalipun dia sama sekali tidak pernah mengenal, bahkan nama pun tidak tahu. Maka, sebagaimana yang aku dapet dari cerita temen-temen, akhwat yang dikhitbah oleh beberapa teman saya juga nangis. Mereka terharu, menangis bahagia dari balik ruang tamunya, karena Allah sudah mengijabahi penantian lama dalam sujud-sujud panjangnya. Allah telah mengijabahi doanya dengan menghadirkan pangeran yang ingin menjemputnya. Oleh karenanya, mereka akan saling menghargai-menyayangi-menerima kelebihan-kekurangan pasangannya. Itu semua ditentukan oleh niat awal. Seberapapun beratnya perjalanan hidup berumah tangga, mereka akan melaluinya dengan kesabaran; karena mereka yakin bahwa itu adalah bagian dari ibadah. Awalnya dari niat. Niat untuk melaksanakan perintah Allah dan meneladani Rasulullah. Tentu, ini berbeda dengan orang yang pacaran. Niat mereka rusak…., sehingga tidak ada kebarakahan. Jadi, tidak heran kalau rumahtangganya berantakan, tidak lama setelah pernikahan. Karena sama sekali, kehidupan rumah tangganya tidak dibarakahi ” setelah itu, aku menambahi kekataku, “saya sangat ingin sekali dipertemukan oleh Allah dengan calon pendamping hidup saya dalam keadaan saya sama sekali tidak mengenal dia, dan dia tidak mengenal saya. Biarlah kami pacaran setelah acara walimahan nantinya.” dan akhirnya, kekata tambahan itu betul-betul menjadi kenyataan; Allah ternyata mengijabahi kekataku itu. Allah mempertemukanku dengan wanita shalihah dengan cara-Nya yang begitu indah….,; dia tidak mengenalku, dan aku tidak mengenalnya, biarlah kami pacaran setelah acara walimahan….. ^_^  
  2.   Ada teman yang bilang begini, “Saya mencari orang jauh, tidak syar’I, tidak dapet. Pak ikhwan mencari orang deket, syar’I malah dapet.” Ha ha.., mendengarnya aku tersenyum sendiri. Istri, menurutku, sama dengan rizki. Jadi inget kekata Ka’ab al Ahbar yang diabadikan oleh Ibnul Jauzi dalam kitab monumentalnya, Shifatus Shafwah (IV/203), “Tidaklah ada pencuri yang mencuri kecuali barang curiannya terhitung sebagai bagian dari rizkinya.”. maknanya, mencari istri sama dengan mencari rizki; mau dicari dengan cara syar’I atau tidak syar’I, dapetnya ya sesuai dengan apa yang sudah Allah tentukan. Bedanya, yang syar’I akan dibarakahi, yang tidak syar’I tidak akan pernah dibarakahi. Hasilnya tentu berbeda, yang pertama akan mendatangkan sakinah-mawaddah-wa rahmah, sementara yang kedua tidak akan mendapatkan sakinah-mawaddah wa rahmah. Yang pertama diberi oleh Allah dengan penuh kelembutan dan cinta, sementara kedua diberi oleh Allah –kalau memang diberi dan berjodoh-  dengan melemparkannya ke muka. Bisa saja yang diberikan sama, tapi rasa dan dampaknya berbeda. Dan bisa saja yang diberikan pada kita berbeda dari apa yang diharap hati, tapi rasanya jauh melampaui. Di situlah makna barakah bisa kita hayati. Maka, pilihannya bergantung kepada kita, “Mau pernikahan yang dibarakahi atau tidak sama sekali?”
  3. Sore-sore, ada teman –dulu adik kelasku di ma’had—yang menantangku; hadiah apa yang akan diberikan kepada kami; kalau aku nikah duluan, atau dia nikah duluan?, “Pak, kamu mau memberi apa kalau saya nikah duluan?” aku bingung ditanya seperti itu; bukannya tidak berani menjawab tantangannya, tetapi karena aku yakin dia pasti kalah. Pasalnya, pada saat itu, biodataku sudah diterima dan dijawab oleh cintaku, sementara dia sama sekali belum proses apa-apa. Sebelumnya dia sudah ditawarin tapi tidak cocok katanya. Aku jawab aja, “Aku kasih 2 buku ensiklopedi hikmah. Buku itu, untuk saat ini, adalah harta paling berharga yang aku punya.” Setelah menjawab itu, akhi Abdul Halim, –yang sebelumnya menyerahkan biodata dari cintaku pada hari itu juga-, juga menjawab, “Nanti kalau walimahannya ikhwan lebih duluan, saya hanya berucap al-hamdulillah, tetapi kalau nanti walimahanmu lebih dulu dari ikhwan, hp-ku juga tak kasihkan ke kamu.” Lanjutnya lagi, “Sekarang gantian, kalau ikhwan walimahan duluan, kamu mau ngasih apa ke dia?” pertanyaan ini dijawab, “Aku akan beri madu putihku.” Ha ha…, mendengar jawabannya, kami langsung tertawa bersama; geli mendengarnya. Secara, harga madu sebotol putih-nya tidak sebanding dengan harga satu buku ensiklopedi hikmah-ku soalnya. Padahal, kalau dia menjawab belakangan, seharusnya dia memberikan sesuatu yang harganya lebih dari dua buku ensiklopedi hikmah-ku. Bukankah itu lebih adil?? Ah, ndak papa, yang penting dapet madu putih gratis…, asyik-asyik-asyik! walimahan yang mendatangkan kebarakahan. ^_^
  4. Umi, setelah pertemuan di Waduk Gajah-Mungkur itu, berkirim sms ke hape-ku pada hari Kamis, 15 Desember 2011 pukul 16:21 ; beliau masih terheran-heran seolah tak percaya dengan kami yang sama-sama suka, “Umi heran, mas ikhwan+i**, padahal gak kenal sebelumnya, juga gak tau mausulnya darimana? Koq bisa-bisanya saling percaya, n pada mau. Ini yang umi herankan.” Pertanyaan di atas mungkin juga dirasakan oleh pembaca, maka jawabku, “Kesimpulan saya, yang menggerakkan hati kami itu Allah mi…, dalam istikharah, doa ana, “In kânat bintu shaimin…..” karena tahu nama aja nggak. Ajaib kan?”  yang menggerakkan aku untuk berdoa seperti itu adalah Allah, yang menggerakkan aku untuk menyerahkan biodataku terlebih dahulu adalah Allah, yang menggerakkan dia untuk membalas cintaku adalah Allah…., padahal dia tahu kekurangan-kekuranganku yang buanyaknyeee…, tetapi aneh…, sejak awal memegang biodataku, dia langsung nerima; serasa cocok, bahkan, menurut cerita umi loh ya, dianya malah senyam-senyum sendiri padahal sebelum-sebelumnya dia selalu nolak biodata ikhwan-ikhwan yang menanti jawabannya…., dibilangin sama umi, “In, dia itu begini-begini loh” sambil menjelaskan beberapa kekurangan yang kutulis di biodataku, tetapi teutep saja dijawab dengan senyuman manisnyah.  Please, cinta…, apa sih yang membuat hatimu jatuh cinta pada pangeranmu yang biasa ajah dan sama sekali tidak istimewa inih??  ^_^ cinta, ketidaksempurnaanmu adalah menerima aku sebagai pangeranmu, dengan apa adanya aku.

Cinta…., jadilah kupu-kupu tercantik, di hatiku, selamanya…., dan perkenankanlah aku tuk menjadikanmu sebagai permasuri dan bidadariku, di dunia dan akhirat nanti, insyaAllah…..,

*apa yang membuatku tidak bisa menolak tawaran itu semenjak pertama kalinya? Tidak lain karena aku diberitahu bahwa dia hafizhah –alias hafal al Qur’an- dan cadaran, terlebih lagi ketika aku tahu bahwa dia tidak aktif Fb-an [kutahu ini ketika tanya-tanya waktu nazhar]…, jujur, kelebihan-kelebihan itu adalah kriteria-kriteria yang hanya ada dalam hayalanku karena aku sendiri saja tidak hafal al Qur’an, dan masih FB-an. Yah, kriteria-kriteria hayalan yang Allah wujudkan dalam kenyataan. Inilah yang semenjak awal ditawarkan, aku sama sekali tidak memiliki alasan untuk mengatakan tidak, sekalipun aku harus tetap meminta pilihan terbaik-Nya melalui shalat istikharahku, dan akhirnya berjalan sebagaimana kisah di atas. Disamping itu, dia memiliki semua kriteria yang tersebut dalam sabda Nabi, “Kecantikan, nasab, harta dan dien” lalu untuk dan atas dasar apa aku menolak??*

Ketika aku membuka kembali “Peta Kehidupan” yang pernah kutulis pada 2009 lalu, terkadang aku tersenyum sendiri; ternyata Allah mengabulkan pintaku sesuai dengan apa yang aku tulis. Apa itu? Aku menulis dalam “Peta Kehidupan”-ku bahwa aku menikah pada 2012. Ah, pantas saja Allah tidak menjawab keinginan menikahku pada 2011 lalu. Subhanallah yah….,

Tentang hal ini, aku pernah berkirim sms ke umi, “mi, dalam peta kehidupanku, aku menulis menikah pada tahun 2012, pantas saja Allah mempertemukanku dengan dek In* pada akhir tahun 2011.” kemudian sms itu berbalas, “dari beberapa ikhwan yang masuk, abi-umi-in* tidak ada yang cocok, eh…., ada bujang kenduren ternyata.” ^_^

 

Semoga bermanfaat.

Akhukum fillah, Ibnu Abdil Bari el ‘Afifi dan bintu Sha’imin.

 

Wassalâmu’alaikum wa rahmatullâhi wa barakatuh

Incoming search terms for the article:

Tags:

4 Responses to “Akhirnya Kutemukan Cintaku (5 -Terakhir)”

  1. Ita says:

    as-salaamu 3alaykum,

    salaam buat inaa yaaa.. dulu sempat datang ke pondok ngajar dia ilmu umum. Baru tau kalau dia dah nikah.. BarakAllaahu laka, wabaraka ‘alayka wa jama’a baynakuma fii khayr..

    [Reply]

    Admin Reply:

    wa’alaikumus salamu wa rahmatullahi wa barakatuh….,

    iya, salam dah ana sampaikan bu…., hu’um, dek ina masih inget ibu yang dulu ngajarin komputer di kamar samping masjid kan??

    amin, amin ya Rabbal ‘alamin.

    [Reply]

  2. Ummu Fatih says:

    subhanallah…atas izin swami ana membaca artikel2 antum dan swami juga bercerita banyak tentang kisah2 antum…terharu…tanpa sepengetahuan swami ana meneteskan air mata setelah membaca sendiri kisah antum dan mengingat perjalanan kami…..Barokallahu fiekum….semoga segera menyusul kami mendapatkan anugerah yang tak ternilai harganya …………

    [Reply]

    Admin Reply:

    alhamdulillah……, semoga bermanfaat dan bisa diambil ibrahnya..,

    wa fiekum barakallah.

    amin, amin ya Rabbal ‘Alamin

    [Reply]

Leave a Reply

Mutiara Hikmah mutiara hikmah oaseimani

Buku Kita

ensiklopedi hikmah Warna Warni Dunia Istri

Calender

June 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Taq

UserOnline

Users: nlrk55zfb%GUESTS_SEPERATOR%3 Guests%BOTS_SEPERATOR%1 Bot

Buku Tamu

Seorang raja menguji menterinya dengan bertanya, “Aapakah rezeki terbaik yang dikaruniakan Allah kepada seorang hamba?

Menteri menjawab, “akal sehat untuk kesempurnaan kehidupannya.”

Raja bertanya lagi, kalau tidak?

Jawab menteri, “harta benda yang dapat menutupi kelemahan-kelemahannya.

Kalau itu pun tidak dimilikinya? tanya raja kembali

Petir yang dahsyat yang membinasakannya agar rakyat dan negeri merasa lega.

Incoming search terms for the article:

Ibrahim Ibnu Adham melihat seorang yang tampak pada wajahnya seperti sedang ditimpa kesusahan dan kesedihan. Lalu Ibrahim bertanya kepada orang itu, “aku ingin mengajukan tiga pertanyaan kepadamu. Tolong dijawab!”

Apakah dalam alam ini ada suatu kejadian yang tidak dikehendaki oleh Allah?, tanya Ibrahim.

Orang itu menjawab, “tidak”

Apakah pernah rezekimu yang telah ditakdirkan oleh Allah dikurangi-Nya?

Tidak, jawab orang itu lagi.

Apakah umurmu yang telah dicatat oleh allah dikurangi sedikit?

Dijawabnya, “tidak”

Lalu ibrahim berkata lagi, “kalau demikian mengapa kamu susah dan sedih?

Incoming search terms for the article:

Ada seorang memuji kawannya dihadapan orang yang bijaksana. Lalu orang yang bijaksana itu bertanya kepadanya, “Apakah kamu pernah melihat dia menahan diri ketika marah?”

“Belum”, jawabnya.

Apakah kamu pernah pergi bersamanya dalam perjalanan jauh?

Dijawanya belum”

“Apakah kamu pernah berhubungan dengan dia?

“Belum”, jawabnya.

Lalu orang bijaksana itu berkata, kalau begitu kawanmu itu belum pantas kamu puji.

Incoming search terms for the article:

Zaid bin Ali bin Abi Thalib dihadapkan kepada khalifah Hasyim bin Abdul Malik

Hasyim beratnya, “Saya dengar kamu berhasrat merebut khalifah padahal kamu tidak patut mendapatkannya karena ibumu seorang budak.”

Zaid bin Ali menjawab, ucapan anda yang mengatakan bahwa hatiku bernafsu merebut khilafah hanyalah Allah yang mengetahui segala sesuatu yang gaib. Ibuku seorang budak, maka ketahuilah bahwa Ismail adalah putra dari ibu yang juga seorang budak. Dari tulang rusuknya, Allah menciptakan manusia yang paling mulia, yakni Muhammad. Adapun Ishaq dari ibu wanita meredeka, dan dari sulbinya Allah menciptakan Yakub dan dari Yakub lahir bani israil yang sebagian dijadikan kera dan babi.

Seorang badui yang dituduh melakukan kejahatan dihadapkan kemuka pengadilan. Saat menghadap hakim dia menyodorkan sebuah buku catatan berisi riwayat hidupnya sambil berkata,

هاؤوم اقرأوا كتابيه

“ambillah, bacalah kitabku ini”

Sang hakim lalu berkata, “itu adalah yang akan diucapkan kelak pada hari kiamat”

Badui tersebut lalu berkata: “Demi Allah, pengadilan ini lebih buruk daripada hari kiamat. Pada hari kiamat disodorkan kebaikan dan keburukan seseorang tetapi anda sekarang ini hanya mengemukakan keburukan saya dan mengabaikan kebaikan-kebaikan saya.

Incoming search terms for the article:

Dhahak bin muzaham bertanya kepada seorang nasrani, “mengapa kamu tidak masuk islam?

Orang nasrani itu menjawab, “Karena saya masih suka minum khamar”

Dhahak kemudian berkata kepadanya, “Masuklah islam, lalu terserah kamu kalau kamu mau terus minum khamar.”

Sesudah si Nasrani itu masuk islam, beberapa waktu kemudian Dhahak berkata kepadanya, “Sekarang, sesudah menikmati keislamanmu, jika kamu masih tetap minum khamar, maka kamu bakal dicambuk. Dan jika kamu mrutad (kembali kafir), maka kamu bakal dihukum mati.” Akhirnya, orang nasrani itu tetap memegang keislamannya.

Incoming search terms for the article:

Visitor



free counters

Review www.oaseimani.com on alexa.com

Page Ranking Tool

Kategori

Positions by Seo-Watcher