Nama-Nama Istri Nabi Muhammad

By | July 24, 2010

1. Khodijah binti Khuwailid al Qursyiyah al Asadiyah

Beliau menikahinya sebelum diangkat menjadi Rasulullah saw, pada waktu itu umurnya 25 dan Khodijah 40 tahun. Beliau tidak menikah dengan selain dirinya hingga ibunda Khodijah meninggal. Seluruh putra rasulullah dilahirkan dari rahimnya kecuali Ibrahim. Dia meningga 3 tahun sebelum hijrah.

2. Saudah binti Zam’ah Al Qursyiyah

Dia adalah wanita yang memberikah jatahnya untuk ‘Aisyah.

3. Ummu Abdillah ‘Aisyah as Siddiqah binti as Siddiq
Wanita dari langit ketujuh, kekasih rasulullah r Aisyah binti Abu Bakar as Shiddiq. Rasulullah menikahinya pada bulan Syawal dan umurnya 6 tahun. Kemudian beliau tinggal bersamanya pada bulan Syawal tahun 1 hijriyah dan umurnya 9 tahun. Beliau tidak menikahi wanita yang masih gadis kecuali dirinya seorang. Dan tidak ada wahyu yang turun berkaitan tentang wanita kecuali dirinya. Dialah wanita yang paling dicintai rasulullah. Dia wanita yang paling paham fiqh dan paling cerdas, bahkan wanita paling faqih terhadap dien secara keseluruhan.

4. Hafshoh binti Umar bin Al Khottob
Abu Daud menyebutkan bahwa Rasulullah menceraikannya kemudian meruju’nya kembali.

5. Zainab binti Khuzaimah bin Al Harits al Qoisiyah dari bani Hilal bin Amir
Beliau adalah istri yang pertama meninggal setelah wafatnya rasulullah. Beliau meninggal pada tahun 20 hijriyah.

6. Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah al Qursyiyah al Makhzumiyah
Nama ayahnya Abi Umayyah Hudzaifah bin al Mughirah. Beliaulah istri rasul yang paling terakhir meninggal. Namun ada yang mengatakan yang paling terakhir meninggal adalah Shofiyah.

7. Zainab binti Jahsy dari Bani Asad bin Khuzaimah
Beliau adalah anak paman rasulullah Umayyah. Kepadanyalah turun ayat:

فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا (الأحزاب :37)

Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia. (Al Ahzab : 37)

Oleh karenanya, beliau membanggakan dirinya kepada istri-istri yang lain seraya berkata: “Kalian dinikahkan oleh wali-wali kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah swt dari langit ketujuh.”

Dan termasuk kekhususannya adalah Allahlah yang langsung menjadi wali bagi dirinya dan menikahkannya kepada rasulullah saw dari langit ketujuh. Beliau meninggal pada awal kekhilafahan Umar bin Khottob.
Sebelumnya beliau menikah dengan Zaid bin Haritsah yang merupakan anak angkat rasulullah. Setelah Zaid menthalaqnya (menceraikannya), Allahpun menikahkannya dengan rasulullah agar tidak menjadi rasa berat bagi umatnya untuk menikahi mantan istri anak angkatnya.

8. Juwairiyah binti al Harist bin Abi Dhorar al Mustholaqiyah
Dia termasuk tawanan perang bani Mustholiq yang datang kepada rasulullah saw untuk menjadi mukatabah. Maka rasulullahpun memberikan haq sebagai mukatabah dan menikahinya.

9. Ummu Habibah
Beliau dinikahi oleh rasulullah saw ketika masih berhijrah di negeri Habasyah. Raja Najasyipun memberikan kepadanya 400 dinar sebagai maharnya. Meninggal ketika pemerintahan Muawiyah (saudara kandungnya).

10.  Shofiyah binti Huyay
Dia adalah putri nabi dan istri nabi. Dia termasuk wanita tercantik di dunia ini. Sebelumnya dia adalah budak, kemudian rasulullah pun membebaskannya dan menjadikan kebebasannya sebagai maharnya, maka diapun menjadi istri rasulullah. Apabila ada yang berkata: Aku membebaskan budakku dan kujadikan kebebasannya sebagai maharnya atau berkata kujadikan kebebasan budakku sebagai mahar baginya, maka kemerdekaan dan pernikahannya sah dan dia menjadi istri baginya tanpa memerlukan akad baru dan juga wali. Ini merupakan madzhab Ahmad dan kebanyakan ahli hadits.

11.  Maimunah binti al Harits al Hilaliyah
Dia adalah wanita yang terakhir kali dinikahi oleh rasulullah r. Beliau menikahinya ketika umrah qodho’ dimekah. Dan dia meninggal pada masa pemerintahan Muawiyah dan dikuburkan di Sarq (tempat dekat dengan Tan’im).

12.  Raihanah binti Zaid an Nadhriyah
Ada yang mengatakan namanya al Qirthiyah. Dia tertawan pada perang bani Quraidah dan menjadi budak rasulullah. Rasulllah pun membebaskannya dan menikahinya, kemudian menthalaqnya sekali dan merujuknya kembali.

Itulah istri-istri rasulullah yang dikenal dan sudah digauli oleh rasulullah. Sedangkan yang dikhitbah dan belum dinikahi atau yang menyerahkan dirinya kepada rasulullah namun belum dinikahi sekitar empat atau lima wanita. Namun ada yang mengatakan jumlahnya sekitar tiga puluh wanita. Ahlul ilmi dan sirah tidak mengetahui hal ini bahkan mengingkarinya.

Tidak ada perselisihan bahwa ketika rasulullah meningga ada sembilan istri. Namun ada yang membagi delapan: ‘Aisyah, Hafshoh, Zainab binti Jahsy, Ummu Salamah, Shofiyah, Ummu Habibah, Maimunah, dan Juwairiyah.
Zadul Ma’ad

Oleh: Fimansyah

Incoming search terms for the article:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*