A A
RSS Oase Imani
Group Oase Imani
Laman Oaseimani.com

Teruntuk Menantuku….,

Sun, Jul 18, 2010

Tadzkirah

Hari ini ku coba untuk menempatkan diriku sebagai ibu mertua. Menyelami rasa yang dimiliki seorang ibu dari putra yang sangat dicintainya. Karena terkadang ibu mertua menjadi saingan bagi istri putranya. Yuk…kita menyimak hatinya.
———-***———-

Duhai gadis yang baru ku kenal.
Tahukah kau, dia putraku, lahir dari rahim suciku, kupertaruhkan hidupku untuk memilikinya, anak kesayanganku yang sepanjang hidupnya ku besarkan dengan segenap rasa cintaku..
Tangan renta ini yang mengangkat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matanya, dan memeluknya dalam dekapanku…

Duhai gadis, tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya? Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yang merebutnya dari dekapku..

Tahukah kau gadis? Betapa bangga ku rasakan ketika dia mulai beranjak dewasa? Menatap tumbuh menjadi lelaki tegap dan tampan… Seulas senyumnya mengingatkanku pada senyuman ayahnya yang sangat ku cinta…

Betapa hati ini terus diliputi rasa bangga dan buncahan cinta padanya.. Kebangganku.. Putraku..

Berbagai prestasi dia ukir dan memahatny bangga tak terperi dalam lubang rasaku.. Dan ku slalu mrasa puas menyebutnya putraku..
Tak sedikitpun dia pernah mengecewakanku.. Tak pernah…

Gadis, tahukah kau, betapa haru hatiku, ketika ku melihat perubahannya, mencoba mengenal Diennya lebih dalam dari yang kami ajarkan padanya.. Dia menjadi laki-laki sejati, lelaki yang dirindukan JANNAH… Aku semakin sayang padanya. Putraku, kini yang malah mengajarkanku banyak hal.. Mendakatkanku pada-Nya, pada Rabbku yang selama ini ku kenal dengan sederhana karena kebodohanku. Tapi ku tak malu, namun sebaliknya, aku smakin bangga padanya.. Putraku, cahayaku..

Namun, semua rasa itu berubah menjadi takut, cemas dan khawatir..
Ketika dia menyampaikan padaku keinginannya. Dia ingin menyempurnakan agamanya..
Yah.. Dia ingin membangun rumah tangganya sendiri..
Dan, dia telah memilih…….., kaulah gadis beruntung itu..

Gadis, tahukah kau? Betapa cemburuku padamu? Yah, aku sangat takut kehilangan putra kesayanganku. Takut kau merebut semua perhatiannya dariku. Takut keberadaanmu, memalingkannya dariku.. Kau akan merebutnya, dan aku cemburu..

Namun, kembali ku sadari, putraku tak akan memilih wanita sembarang.. Ku yakin kau punya kelebihan yang membuatnya memilihmu, dan ku mulai menata hatiku..

Duhai gadis pilihan putraku..
Ku harap kau memiliki tangan yang lebih lembut dariku, karena ku tak mau kau melukai putraku..
Ku harap kau mpunyai senyum yang lebih sejuk dariku.. Karena kelak, dia akan datang padamu dalam tiap galaunya, untuk mencari ketenangan..
Ku harap, kau memiliki pelukan yang lebih hangat dariku.. Karena ku ingin hatinya selalu damai dalam dekapanmu..
Ku harap, kau mempunyai tutur kata yang seindah embun, karena ku tak ingin dia mendengar kata-kata kasar dlm hidupnya..

Duhai gadis pilihan putraku.. Jadilah anakku.. Agar tak pernah ku merasa kehilangan putraku karena kehadiranmu..
Jadilah sahabatku.. Agar kau dapat mencurahkan rasamu padaku kelak..
Jadilah rekanku.. Agar bersama-sama kita lelaki yang sama-sama kita cintai…..

Untukmu gadis pilihan putraku.. Selamat datang d istana kami.. Penuhilah dengan cinta dan kasih.. Semoga kau bahagia menjadi bagian dari kami..

Padamu gadis pilihan putraku.. Akupun akan mencintaimu..

—***—

Incoming search terms for the article:

Leave a Reply

Mutiara Hikmah mutiara hikmah oaseimani

Buku Kita

ensiklopedi hikmah Warna Warni Dunia Istri

Calender

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Taq

UserOnline

Users: bwyktt5qu%GUESTS_SEPERATOR%10 Guests%BOTS_SEPERATOR%1 Bot

Buku Tamu

Seorang raja menguji menterinya dengan bertanya, “Aapakah rezeki terbaik yang dikaruniakan Allah kepada seorang hamba?

Menteri menjawab, “akal sehat untuk kesempurnaan kehidupannya.”

Raja bertanya lagi, kalau tidak?

Jawab menteri, “harta benda yang dapat menutupi kelemahan-kelemahannya.

Kalau itu pun tidak dimilikinya? tanya raja kembali

Petir yang dahsyat yang membinasakannya agar rakyat dan negeri merasa lega.

Incoming search terms for the article:

Ibrahim Ibnu Adham melihat seorang yang tampak pada wajahnya seperti sedang ditimpa kesusahan dan kesedihan. Lalu Ibrahim bertanya kepada orang itu, “aku ingin mengajukan tiga pertanyaan kepadamu. Tolong dijawab!”

Apakah dalam alam ini ada suatu kejadian yang tidak dikehendaki oleh Allah?, tanya Ibrahim.

Orang itu menjawab, “tidak”

Apakah pernah rezekimu yang telah ditakdirkan oleh Allah dikurangi-Nya?

Tidak, jawab orang itu lagi.

Apakah umurmu yang telah dicatat oleh allah dikurangi sedikit?

Dijawabnya, “tidak”

Lalu ibrahim berkata lagi, “kalau demikian mengapa kamu susah dan sedih?

Incoming search terms for the article:

Ada seorang memuji kawannya dihadapan orang yang bijaksana. Lalu orang yang bijaksana itu bertanya kepadanya, “Apakah kamu pernah melihat dia menahan diri ketika marah?”

“Belum”, jawabnya.

Apakah kamu pernah pergi bersamanya dalam perjalanan jauh?

Dijawanya belum”

“Apakah kamu pernah berhubungan dengan dia?

“Belum”, jawabnya.

Lalu orang bijaksana itu berkata, kalau begitu kawanmu itu belum pantas kamu puji.

Incoming search terms for the article:

Zaid bin Ali bin Abi Thalib dihadapkan kepada khalifah Hasyim bin Abdul Malik

Hasyim beratnya, “Saya dengar kamu berhasrat merebut khalifah padahal kamu tidak patut mendapatkannya karena ibumu seorang budak.”

Zaid bin Ali menjawab, ucapan anda yang mengatakan bahwa hatiku bernafsu merebut khilafah hanyalah Allah yang mengetahui segala sesuatu yang gaib. Ibuku seorang budak, maka ketahuilah bahwa Ismail adalah putra dari ibu yang juga seorang budak. Dari tulang rusuknya, Allah menciptakan manusia yang paling mulia, yakni Muhammad. Adapun Ishaq dari ibu wanita meredeka, dan dari sulbinya Allah menciptakan Yakub dan dari Yakub lahir bani israil yang sebagian dijadikan kera dan babi.

Seorang badui yang dituduh melakukan kejahatan dihadapkan kemuka pengadilan. Saat menghadap hakim dia menyodorkan sebuah buku catatan berisi riwayat hidupnya sambil berkata,

هاؤوم اقرأوا كتابيه

“ambillah, bacalah kitabku ini”

Sang hakim lalu berkata, “itu adalah yang akan diucapkan kelak pada hari kiamat”

Badui tersebut lalu berkata: “Demi Allah, pengadilan ini lebih buruk daripada hari kiamat. Pada hari kiamat disodorkan kebaikan dan keburukan seseorang tetapi anda sekarang ini hanya mengemukakan keburukan saya dan mengabaikan kebaikan-kebaikan saya.

Incoming search terms for the article:

Dhahak bin muzaham bertanya kepada seorang nasrani, “mengapa kamu tidak masuk islam?

Orang nasrani itu menjawab, “Karena saya masih suka minum khamar”

Dhahak kemudian berkata kepadanya, “Masuklah islam, lalu terserah kamu kalau kamu mau terus minum khamar.”

Sesudah si Nasrani itu masuk islam, beberapa waktu kemudian Dhahak berkata kepadanya, “Sekarang, sesudah menikmati keislamanmu, jika kamu masih tetap minum khamar, maka kamu bakal dicambuk. Dan jika kamu mrutad (kembali kafir), maka kamu bakal dihukum mati.” Akhirnya, orang nasrani itu tetap memegang keislamannya.

Incoming search terms for the article:

Visitor



free counters

Review www.oaseimani.com on alexa.com

Page Ranking Tool

Kategori

Positions by Seo-Watcher